Skip to main content

Seragam dan Atribut PDL BANSER

Kelangkaan akan bahan kain loreng BANSER yang mencitrakan kesan maskulin saat ini benar-benar seragamisasi anggota. Hal ini ditambah lagi dengan perubahan ketentuan PO pada setiap kepengurusan atas ketentuan motif loreng. Hal ini mungkin tidak terlalu dirasakan oleh kalangan pengambil kebijakan di pusat, namun tidak demikian di kalangan BANSER gross root. Sebagian mereka merasa bingung dan geram. Dan sebagian yang lain terlihat pasrah ketika harus diseragami kain coklat atau hitam. Kesan lanangpun hilang. Problematika ini tentu harus segera dicarikan solusinya.

KOWINA engkau dimana?
Problem di atas akan terjawab eandainya KOWINA dihidupkan, setidaknya di setiap cabang Gerakan Pemuda Ansor. Kalau sudah begini, sungguh kasihan mereka yang serius ingin memunculkan simbol NU ke tengah kalangan umat Islam.

Comments

  1. Assalaamu 'alaikum...
    Kalo sekarang mau nyari bahan seragamnya di mana pak?

    ReplyDelete
  2. hubungin saja satuan kordinasi cabang setempat

    ReplyDelete

Post a Comment

Mohon Ide, Pesanan dan Saran Konstruktif dari Pengunjung

Popular posts from this blog

MARS GP ANSOR

MARS GP ANSOR Darah dan nyawa telah kuberikan Syuhada rebah Allahu Akbar Kini bebas rantai ikatan Negara jaya Islam yang benar Berkibar tinggi panji gerakan Iman di dada patriot perkasa Ansor maju satu barisan Seribu rintangan patah semua Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalim Makmur semua lenyap yang nista Allahu Akbar – Allahu Akbar Pajar baja gerakan kita Bangkitlah bangkit putra pertiwi Tiada gentar dada ke muka Bela agama bangsa negeri [ download lagu di sini ]

Diklatsar BANSER Banyumas 2013

Buku Ajakan Makar Abu Bakar Ba'asyir Beredar di Purwokerto

حركة رجال الأنصارنهضة العلماء Beberapa saat yang lalu seorang mahasiswa, aktivis PMII Komisariat STAIN Purwokerto, datang berkunjung. Ia berikut kalangan diskusinya meresahkan beredarnya buku yang ditulis oleh Abu Bakar Ba'asyir. Resah, karena inti kandungan buku tersebut memuat ajakan untuk makar (memberontak) terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentu dengan klaim dalil agama khas wahabisme yang dianut oleh kebanyakan anggota Majelis Mujahidin Indonesia. Dengan menyebarnya buku yang sarat hasutan ini, tentu bukannya tidak mungkin pada suatu saat nanti akan memotivasi pembacanya untuk melakukan aneka perusakan di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Pembiaran tentu bukanlah suatu hal yang bijaksana dalam hal ini. Mukadimah Buku: Muatan Provokasi kepada Masyarakat Luas untuk Memberontak kepada Negaranya .