Skip to main content

Buku Ajakan Makar Abu Bakar Ba'asyir Beredar di Purwokerto


حركة رجال الأنصارنهضة العلماء
Beberapa saat yang lalu seorang mahasiswa, aktivis PMII Komisariat STAIN Purwokerto, datang berkunjung. Ia berikut kalangan diskusinya meresahkan beredarnya buku yang ditulis oleh Abu Bakar Ba'asyir. Resah, karena inti kandungan buku tersebut memuat ajakan untuk makar (memberontak) terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentu dengan klaim dalil agama khas wahabisme yang dianut oleh kebanyakan anggota Majelis Mujahidin Indonesia.

Dengan menyebarnya buku yang sarat hasutan ini, tentu bukannya tidak mungkin pada suatu saat nanti akan memotivasi pembacanya untuk melakukan aneka perusakan di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Pembiaran tentu bukanlah suatu hal yang bijaksana dalam hal ini.

Mukadimah Buku: Muatan Provokasi kepada Masyarakat Luas untuk Memberontak kepada Negaranya .
 Pihak aparatur negara, khususnya TNI dan Kepolisian Republik Indonesia di wilayah Kabupaten Banyumas seharusnya segera mengambil tindakan cepat tanggap guna mengantisipasi pikiran-pikiran radikal Ba'asyir al-La'in ini. Hal ini penting, mengingat sejauh ini kedua pihak ini sama sekali belum terlihat melakukan koordinasi dengan sejumlah elemen masyarakat guna membantu membendung peredaran buku syaitan ini.
Sampul Buku Tadzkiroh Karya Abu Bakar Ba'asyir al-La'in

Semoga dengan informasi ini, segala elemen masyarakat di Kota Purwokerto khususnya kepada segenap aparat semakin termotivasi guna memberangus segala jenis makar terhadap republik yang tercinta ini. Allah SWT telah meridhai negeri Indonesia ini, dan kewajiban kita adalah menjaga stabilitas dan kemakmurannya.

Kontributor: Abi Naurina




Comments

Popular posts from this blog

MARS GP ANSOR

MARS GP ANSOR Darah dan nyawa telah kuberikan Syuhada rebah Allahu Akbar Kini bebas rantai ikatan Negara jaya Islam yang benar Berkibar tinggi panji gerakan Iman di dada patriot perkasa Ansor maju satu barisan Seribu rintangan patah semua Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalim Makmur semua lenyap yang nista Allahu Akbar – Allahu Akbar Pajar baja gerakan kita Bangkitlah bangkit putra pertiwi Tiada gentar dada ke muka Bela agama bangsa negeri [ download lagu di sini ]

Absurditas Hakikat Salafi (Wahabi)

Depag Riau Warning Wahabi Berbagai pengaduan masyarakat, membuat saya terpanggil menyingkap perbedaan pemikiran diantara sesama ulama Salafi. Tujuannya, agar jamaah Salafi terlebih dahulu menjelaskan sikap mereka terhadap perbedaan pemikiran diantara ulama panutan mereka, sebelum mereka mengklaim bid’ah dan sesat pendapat ulama di luar Salafi. Perbedaan diantara ulama Salafi bukan saja terjadi dalam masalah fiqh, tapi juga terjadi dalam masalah akidah. Apakah jamaah Salafi menerima perbedaan itu sebagai hal yang wajar, atau bahkan mereka menerima sebagiannya dan mengklaim bid’ah dan sesat pendapat yang lain? Jika mereka menerima perbedaan itu secara wajar, maka perlakukan juga sikap seperti itu terhadap perbedaan pendapat yang terjadi antara ulama Salafi dengan ulama Islam yang lain, tidak bersikap diskriminatif. Karena semua ulama itu punya kedudukan yang sama dalam Islam. Hakikat Salafi  Salafi merupakan perubahan nama dari aliran pemikiran Wahabi. Tentang pemikiran dan pe...

Seragam dan Atribut PDL BANSER

Kelangkaan akan bahan kain loreng BANSER yang mencitrakan kesan maskulin saat ini benar-benar seragamisasi anggota. Hal ini ditambah lagi dengan perubahan ketentuan PO pada setiap kepengurusan atas ketentuan motif loreng. Hal ini mungkin tidak terlalu dirasakan oleh kalangan pengambil kebijakan di pusat, namun tidak demikian di kalangan BANSER gross root. Sebagian mereka merasa bingung dan geram. Dan sebagian yang lain terlihat pasrah ketika harus diseragami kain coklat atau hitam. Kesan lanang pun hilang. Problematika ini tentu harus segera dicarikan solusinya. KOWINA engkau dimana? Problem di atas akan terjawab eandainya KOWINA dihidupkan, setidaknya di setiap cabang Gerakan Pemuda Ansor. Kalau sudah begini, sungguh kasihan mereka yang serius ingin memunculkan simbol NU ke tengah kalangan umat Islam.