Skip to main content

Ansor Banyumas; Bangkitnya Sang Naga Serayu!


Banyumas. Mungkin tidak keliru jika merujuk pada sebuah pameo yang menyebutkan bahwa, 'Pemuda Ansor akan diam jika negara ini dalam keadaan aman. Dan jika Pemuda Ansor mulai bergerak, itu pertanda sedang terjadi apa-apa pada negara ini..'. Aksi-aksi seporadis para kaum teroris radikalis dan mengemukanya aneka gejala disintegrasi yang mengatasnamakan agama di Indonesia dinilai oleh banyak kalangan telah mencapai level akut dan sudah tidak dapat ditolelir lagi. Upaya penguatan akar kenegaraan dan bangsa tampak dilakukan oleh seluruh pihak, baik unsur penyelenggara negara maupun secara swadaya oleh rakyat Indonesia.


Di Kabupaten Banyumas sendiri hal ini direspon oleh Gerakan Pemuda Ansor secara cepat dengan diselenggarakannya aneka kegiatan penyadaran dan konsolidasi kepemudaan. Isu sentralnya adalah mempertahankan faham Ahlussunnah wal Jama'ah dari syubhat ideologi wahabiyyah. Hal lainnya adalah partisipasi warga negara di dalam mempertahankan ideologi Pancasila dan UUD 1945 dari upaya makar yang berkedok dakwah Islam.

Comments

Popular posts from this blog

MARS GP ANSOR

MARS GP ANSOR Darah dan nyawa telah kuberikan Syuhada rebah Allahu Akbar Kini bebas rantai ikatan Negara jaya Islam yang benar Berkibar tinggi panji gerakan Iman di dada patriot perkasa Ansor maju satu barisan Seribu rintangan patah semua Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalim Makmur semua lenyap yang nista Allahu Akbar – Allahu Akbar Pajar baja gerakan kita Bangkitlah bangkit putra pertiwi Tiada gentar dada ke muka Bela agama bangsa negeri [ download lagu di sini ]

Diklatsar BANSER Banyumas 2013

Buku Ajakan Makar Abu Bakar Ba'asyir Beredar di Purwokerto

حركة رجال الأنصارنهضة العلماء Beberapa saat yang lalu seorang mahasiswa, aktivis PMII Komisariat STAIN Purwokerto, datang berkunjung. Ia berikut kalangan diskusinya meresahkan beredarnya buku yang ditulis oleh Abu Bakar Ba'asyir. Resah, karena inti kandungan buku tersebut memuat ajakan untuk makar (memberontak) terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tentu dengan klaim dalil agama khas wahabisme yang dianut oleh kebanyakan anggota Majelis Mujahidin Indonesia. Dengan menyebarnya buku yang sarat hasutan ini, tentu bukannya tidak mungkin pada suatu saat nanti akan memotivasi pembacanya untuk melakukan aneka perusakan di tengah-tengah lingkungan masyarakat. Pembiaran tentu bukanlah suatu hal yang bijaksana dalam hal ini. Mukadimah Buku: Muatan Provokasi kepada Masyarakat Luas untuk Memberontak kepada Negaranya .