Skip to main content

Penerimaan Anggota Baru & Diklat Dasar BANSER Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Banyumas 2013

P E N G U M U M A N


السّــلام عليكم ورحمةالله وبركاته
Assalamu'alaikum warahmatuLlahi wabarakatuh

InsyaAllah akan diselenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar BANSER se-Kabupaten Banyumas. Kegiatan sedianya akan dilaksanakan pada:

Hari           : Jum'at-Sabtu-Ahad (14-16 Juni 2013)
Waktu        : 13.00 s/d selesai
Tempat      : Kompleks Pendapa Duplikat Sipanji Banyumas
Kontribusi   : Rp. 25.000,- per peserta.

Diharapkan kehadiran dan partisipasinya seluruh sahabat (PC & PAC) untuk mensukseskan terselenggaranya kegiatan ini, sekaligus berperan sebagai kordinator & fasilitator bagi para pemuda di Banyumas yang bermaksud menjadi bagian dari Gerakan Pemuda Ansor Banyumas. Data peserta maksimal diterima panitia pada 10 Juni 2013.

Fasilitas:
1. Ilmu yang bermanfaat terkait wawasan Ahlussunnah wal Jama'ah;
2. Wawasan Kebangsaan, Bela Negara & Kantibmas;
3. Keterampilan Bela Diri & Character Building;
4. Konsumsi, Akomodasi & Kaos Peserta.

Pemateri:
1. Ulama Nahdlatul Ulama Banyumas
2. Kepolisian Resort Banyumas
3. Korem 071 Banyumas
4. Tim Instruktur Banser Kabupaten Banyumas

Panitia Pendidikan dan Pelatihan BANSER Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Banyumas.
......................................................................................................................
Contact Person Panitia Penyelenggara:

  1. PAC Ansor Banyumas: H. Faisal Riza, SAg, M.S.I (08122950478/085747748660), sahabat Chanif (085647708151), Kang Muji (081542807122).
  2. Somagede: Mbah Bardi (0281) 34112054.
  3. Kecamatan Kembaran & Kota: sahabat Doel Latief (085747161088), Kang Aldie (085747029670).
  4. Masing-masing Ketua Pengurus Anak Cabang di setiap Kecamatan. 
  5. Fansbook GP Ansor Banyumas [klik di sini]
......................................................................................................................
Mohon informasi ini disebarkan!.

Comments

Popular posts from this blog

MARS GP ANSOR

MARS GP ANSOR Darah dan nyawa telah kuberikan Syuhada rebah Allahu Akbar Kini bebas rantai ikatan Negara jaya Islam yang benar Berkibar tinggi panji gerakan Iman di dada patriot perkasa Ansor maju satu barisan Seribu rintangan patah semua Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalim Makmur semua lenyap yang nista Allahu Akbar – Allahu Akbar Pajar baja gerakan kita Bangkitlah bangkit putra pertiwi Tiada gentar dada ke muka Bela agama bangsa negeri [ download lagu di sini ]

Absurditas Hakikat Salafi (Wahabi)

Depag Riau Warning Wahabi Berbagai pengaduan masyarakat, membuat saya terpanggil menyingkap perbedaan pemikiran diantara sesama ulama Salafi. Tujuannya, agar jamaah Salafi terlebih dahulu menjelaskan sikap mereka terhadap perbedaan pemikiran diantara ulama panutan mereka, sebelum mereka mengklaim bid’ah dan sesat pendapat ulama di luar Salafi. Perbedaan diantara ulama Salafi bukan saja terjadi dalam masalah fiqh, tapi juga terjadi dalam masalah akidah. Apakah jamaah Salafi menerima perbedaan itu sebagai hal yang wajar, atau bahkan mereka menerima sebagiannya dan mengklaim bid’ah dan sesat pendapat yang lain? Jika mereka menerima perbedaan itu secara wajar, maka perlakukan juga sikap seperti itu terhadap perbedaan pendapat yang terjadi antara ulama Salafi dengan ulama Islam yang lain, tidak bersikap diskriminatif. Karena semua ulama itu punya kedudukan yang sama dalam Islam. Hakikat Salafi  Salafi merupakan perubahan nama dari aliran pemikiran Wahabi. Tentang pemikiran dan pe...

Seragam dan Atribut PDL BANSER

Kelangkaan akan bahan kain loreng BANSER yang mencitrakan kesan maskulin saat ini benar-benar seragamisasi anggota. Hal ini ditambah lagi dengan perubahan ketentuan PO pada setiap kepengurusan atas ketentuan motif loreng. Hal ini mungkin tidak terlalu dirasakan oleh kalangan pengambil kebijakan di pusat, namun tidak demikian di kalangan BANSER gross root. Sebagian mereka merasa bingung dan geram. Dan sebagian yang lain terlihat pasrah ketika harus diseragami kain coklat atau hitam. Kesan lanang pun hilang. Problematika ini tentu harus segera dicarikan solusinya. KOWINA engkau dimana? Problem di atas akan terjawab eandainya KOWINA dihidupkan, setidaknya di setiap cabang Gerakan Pemuda Ansor. Kalau sudah begini, sungguh kasihan mereka yang serius ingin memunculkan simbol NU ke tengah kalangan umat Islam.