Purwokerto (GP-Ansor): Suhu politik di Banyumas mulai memanas menjelang Pilkada, Ketua Dewan Tanfidz PCNU Banyumas, Taefur Arofat, menyesalkan bocornya hasil jajak pendapat yang mengunggulkan Bambang Priyono dan Agus Fathuddin Yusuf ke kalangan media massa dan sejumlah pihak.
Alasannya, hasil jajak pendapat tersebut belum final. Masih ada tahapan lagi, yang semuanya akan diumumkan menjelang pendaftaran calon bupati dan wakil bupati, September-November. ”Saya selaku Ketua PCNU saja belum dilapori secara resmi kenapa itu sudah bocor. Kami menyesalkan hal itu dan siapa yang membocorkan,” tanyanya.
Dalam menentukan jajak pendapat untuk membuat rekomendasi, lanjut dia, pihaknya tidak terburu-buru. Penjaringan suara MWC itu baru satu tahapan, masih ada tahapan lain. ”Tim Siyasah juga masih harus mendengarkan suara dari kalangan tokoh-tokoh kultural NU dan tokoh-tokoh nonstruktural. Semua data masih harus diolah lagi,” katanya.
Untuk calon bupati, kata dia, urutan kedua Imam Durori. Kemudian disusul Singgih Wiranto, Mardjoko, Tarsun, dan Aris Wahyudi. Untuk calon wakil bupati, urutan selanjutnya Chariri Sofa, Leili Mansyur, dan Zhurul Anam (Gus Anam).
Menurutnya, hasil jajak pendapat itu nanti akan disampaikan ke semua partai yang akan mencalonkan. PCNU sendiri, ungkapnya, tidak memiliki maksud menjual hasil rekomendasi itu demi kepentingan pragmatisme politik. Dalam menjaring aspirasi tak ada pengarahan atau penggiringan. ”Ini hanya sebagai panduan saja. Tidak ada istilah mengegolkan atau mengadang calon tertentu. Termasuk terkait dengan penutupan pendaftaran calon lewat PKB,” tandasnya.
Tujuan PCNU membuat rekomendasi, kata dia, agar tokoh-tokoh NU dan pengurus tidak terpecah-pecah. ”Suara warga NU itu paling besar. Jajak pendapat ini agar suara yang disalurkan warga NU nanti tepat dan sesuai aspirasi,” ujarnya.
Agus Fathuddin Yusuf secara terpisah menyatakan, dirinya secara resmi belum mendapatkan laporan tentang hasil jajak pendapat.
Beda PKB
Hasil jajak pendapat NU Banyumas yang menempatkan Bambang Priyono sebagai kandidat terbaik calon Bupati Banyumas tidak membuat gentar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) setempat. PKB yakin, hasil itu masih bisa berubah menjelang pelaksanaan Pilkada, 10 Februari 2008. ”Harus diingat, jajak pendapat itu dilakukan enam bulan lalu, ketika perkenalan calon belum segencar sekarang,” kata Ketua PKB Banyumas, Musadad Bikri Nur, kemarin.
”Jika jajak pendapat itu dilakukan sekarang, tentu hasilnya tidak seperti itu,”ungkapnya.
Hasilnya, kata dia, selalu berubah setiap saat, sehingga hasil jajak pendapat yang dilakukan enam bulan lalu tidak bisa dijadikan patokan sekarang ini. ”Agar hasilnya pasti maka harus dilakukan jajak pendapat lagi,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, hasil itu tidak akan mempengaruhi rencana PKB melakukan Musyawarah Kebangkitan (Muskit) 9 September mendatang. Agenda partai tetap dijalankan sesuai jadwal. ”Siapa yang akan menang dalam Muskit, kami tungu bersama,” jelasnya.
Sumber: situs GP Ansor
Comments
Post a Comment
Mohon Ide, Pesanan dan Saran Konstruktif dari Pengunjung