Skip to main content

Gerakan Pemuda Ansor Banyumas Menggelar Muskercab di Sumpiuh


Sumpiuh (gp-ansor.org)- Memanfaatkan momen liburan Hari Raya Natal 2012, Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Banyumas menyelenggarakan musyawarah kerja pengurus cabang di SMK Ma’arif 1 Sumpiuh. Perhelatan ini dimaksudkan untuk menata kembali rencana kerja kepengurusan Gerakan Pemuda Ansor Cabang Banyumas masa khidmah2012-2016.
Kegiatan musykercab ini dihadiri oleh seluruh pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Banyumas, Pengurus Anak Cabang dan Satkoryon Gerakan Pemuda Ansor se-Kabupaten Banyumas. Selain unsur pimpinan cabang, hadir pula dalam kesempatan kemarin sahabat Mujiburrahman dan Gus Yaqut Cholil Qoumas dari unsur DPP Gerakan Pemuda Ansor, sahabat Jabir Al-Faruqi dari unsur DPW Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah. Dalam kesempatan ini hadir juga delegasi dari Pengurus Cabang Muslimat Banyumas, Pengurus Cabang Fatayat Banyumas, unsur Kepolisian dan unsur TNI.
Lebih lanjut dalam pengarahannya, Gus Yaqut mengingatkan ada tiga misi besar yang harus menjadi acuan sentral bagi setiap perencaan program kerja setiap kepengurusan cabang Gerakan Pemuda Ansor. Pertama, Revitalisasi nilai dan tradisi keaswajaan. Kedua, kaderisasi. Dan ketiga, mengembangkan potensi kader yang dimanifestasikan dengan adanya suatu amal usaha mandiri. Sementara itu, sahabat Jabir Al-Faruqi dalam pidato pengarahannya terlebih menekankan pada aplikasi dari tiga misi besar Gerakan Pemuda Ansor. Pertama, adalah reiventing keberadaan Koperasi Wirausaha Nasional (KOWINA). Kedua, penyelenggaraan Lembaga Kursus dan Pelatihan dikalangan kader Ansor dan; ketiga, penyelenggaraan kegiatan spiritual Rijalul Ansor secara massif dilingkungan Gerakan Pemuda Ansor Banyumas.
Muskercab Gerakan Pemuda Ansor Cabang Banyumas ini selanjutnya, sebagaimana telah disampaikan Sugeng Riyadi Syamsudien, SE, M.S.I kontributor “Tilik Kampung”, di bagi ke dalam tiga komisi. Komisi A yang membidangi pembahasan Ke-Ansor-an merumuskan berbagai program kerja di bawah departemen-departemen Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Banyumas. Komisi B bertugas merumuskan struktur dan program kerja Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Banyumas, dan Komisi C yang bertugas membahas rumusan rekomendasi Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Banyumas.

Comments

Post a Comment

Mohon Ide, Pesanan dan Saran Konstruktif dari Pengunjung

Popular posts from this blog

MARS GP ANSOR

MARS GP ANSOR Darah dan nyawa telah kuberikan Syuhada rebah Allahu Akbar Kini bebas rantai ikatan Negara jaya Islam yang benar Berkibar tinggi panji gerakan Iman di dada patriot perkasa Ansor maju satu barisan Seribu rintangan patah semua Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalim Makmur semua lenyap yang nista Allahu Akbar – Allahu Akbar Pajar baja gerakan kita Bangkitlah bangkit putra pertiwi Tiada gentar dada ke muka Bela agama bangsa negeri [ download lagu di sini ]

Absurditas Hakikat Salafi (Wahabi)

Depag Riau Warning Wahabi Berbagai pengaduan masyarakat, membuat saya terpanggil menyingkap perbedaan pemikiran diantara sesama ulama Salafi. Tujuannya, agar jamaah Salafi terlebih dahulu menjelaskan sikap mereka terhadap perbedaan pemikiran diantara ulama panutan mereka, sebelum mereka mengklaim bid’ah dan sesat pendapat ulama di luar Salafi. Perbedaan diantara ulama Salafi bukan saja terjadi dalam masalah fiqh, tapi juga terjadi dalam masalah akidah. Apakah jamaah Salafi menerima perbedaan itu sebagai hal yang wajar, atau bahkan mereka menerima sebagiannya dan mengklaim bid’ah dan sesat pendapat yang lain? Jika mereka menerima perbedaan itu secara wajar, maka perlakukan juga sikap seperti itu terhadap perbedaan pendapat yang terjadi antara ulama Salafi dengan ulama Islam yang lain, tidak bersikap diskriminatif. Karena semua ulama itu punya kedudukan yang sama dalam Islam. Hakikat Salafi  Salafi merupakan perubahan nama dari aliran pemikiran Wahabi. Tentang pemikiran dan pe...

Seragam dan Atribut PDL BANSER

Kelangkaan akan bahan kain loreng BANSER yang mencitrakan kesan maskulin saat ini benar-benar seragamisasi anggota. Hal ini ditambah lagi dengan perubahan ketentuan PO pada setiap kepengurusan atas ketentuan motif loreng. Hal ini mungkin tidak terlalu dirasakan oleh kalangan pengambil kebijakan di pusat, namun tidak demikian di kalangan BANSER gross root. Sebagian mereka merasa bingung dan geram. Dan sebagian yang lain terlihat pasrah ketika harus diseragami kain coklat atau hitam. Kesan lanang pun hilang. Problematika ini tentu harus segera dicarikan solusinya. KOWINA engkau dimana? Problem di atas akan terjawab eandainya KOWINA dihidupkan, setidaknya di setiap cabang Gerakan Pemuda Ansor. Kalau sudah begini, sungguh kasihan mereka yang serius ingin memunculkan simbol NU ke tengah kalangan umat Islam.